DPC Partai Gerindra Bone: Profil Pusat
Breaking News :

PARTAI GERINDRA KABUPATEN BONE

Tampilkan postingan dengan label Profil Pusat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profil Pusat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Februari 2013

DPP PARTAI GERINDRA

PENGURUS DPP PARTAI GERINDRA



NO. NAMA JABATAN
1 PROF. DR. IR. SUHARDI, M.Sc KETUA UMUM
2 FADLI ZON , S.S.,M.Sc. WAKIL KETUA UMUM POLITIK DAN KEAMANAN
3 H. HAIRUDIN, SH KETUA BIDANG POLITIK DALAM NEGERI
4 IRIANTO SUBIAKTO.,SH.,LLM KETUA BIDANG POLITIK LUAR NEGERI
5 IRMAWATY HABIE KETUA BIDANG HUKUM
6 JOHAN J. LEWERISSA, SH. MH KETUA BIDANG HAM
7 MUHAMMAD HARRIS INDRA, S.IP KETUA BIDANG PERTAHANAN
8 SJUKRIANTO YULIA, M.Fin KETUA BIDANG KEAMANAN
9 DRS. M. ASRIAN MIRZA KETUA BIDANG HUMAS DAN MEDIA MASA
10 WENDRA, S.Sos KADEP HUMAS
11 ONDY SAPUTRA KADEP MEDIA MASSA
12 NESYA FITRI ANI GAYO, Msi KETUA BIDANG HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA
13 EVA NUR FAJRIAH KADEP HUBUNGAN DGN PARPOL
14 HILMI ROHMAN KADEP HUBUNGAN DGN ORMAS
15 MUNATSIR MUSTAMAN.,SH KETUA BIDANG PEMERINTAHAN DAERAH
16 DRS. M. SOLIHAT KADEP OTONOMI DAERAH
17 GATOT GARJITO KADEP PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL
18 KOMBES (Pur) Dr. ALFONS LOE MAU.,MSi KETUA BIDANG HUBUNGAN LUAR NEGERI
19 RAHMAT SORIALAM HARAPAP KETUA BIDANG PENGEMBANGAN JATIDIRI NEGARA
20 SAHALA SILALAHI, SH KETUA BIDANG PEMBERDAYAAN POTENSI BELA NEGARA
21 HELMI ADAM KETUA BIDANG PEMANTAPAN IDEOLOGI
22 DRA. HALIDA NURIAH  HATTA, M.A. WAKIL KETUA UMUM KESEJAHTERAAN RAKYAT
23 AULIA BONANZA, MBA KETUA BIDANG SOSIAL
24 SYIHABUDDIN AR.,SE KADEP BANTUAN SOSIAL
25 ANWAR SANTOSO KADEP ANAK TERLANTAR DAN JALANAN
26 A.S. KOBALEN.,SEM.,MBA.,Mphil KETUA BIDANG PENGABDIAN MASYARAKAT
27  ANITA ARYANI KETUA BIDANG PEREMPUAN
28 GRACE ROSALYN HUTAPEA KADEP PERANAN PEREMPUAN
29 DHOHIR FARISI KETUA BIDANG LINGKUNGAN HIDUP
30 HERY SUSANTO.,MSi KADEP PENCEMARAN LINGKUNGAN HIDUP
31 WASKITA RINI KADEP PERBAIKAN LINGKUNGAN HIDUP
32 DUROTUN NAFISAH KETUA BIDANG PENDIDIKAN
33 IRMA RAHAYU NASUTION KADEP PENDIDIKAN FORMAL
34 ADE REZA HARUYADI.,SIP.,MSi KADEP PENDIDIKAN NON FORMAL
35 JAMAL MIRDAD KETUA BIDANG SENI
36 SAMUEL LENGKEY KETUA BIDANG BUDAYA
37 GUDFAN ARIF, S.SIP KETUA BIDANG PEMUDA & OLAHRAGA
38 YAN FIRWAN KADEP PEMUDA DAN OLAHRAGA
39 FAMI FACRUDIN KETUA BIDANG ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
40 IVAN VANRI LATIEF KADEP ILPENGTEK TERAPAN
41 FX. ARIEF POYUONO.,SE KETUA BIDANG TENAGA KERJA & TKI
42 DRS. ANSHORI KADEP PERBURUAN
43 YUDHI SABANG.,SH KADEP TENAGA KERJA ASING
44 IRWANSYAH, SE KETUA BIDANG TRANSMIGRASI
45 HABIB MAHDI ALATAS KETUA BIDANG AGAMA
46 Dr. BENYAMIN PAULUS OKTAVIANUS,Sp.P KETUA BIDANG KESEHATAN
47 dr. FITSGERALD PATTY KADEP KESEHATAN MASYARAKAT
48 Prof. Dr. SARJANA.,Sp.OG (K).,SH KADEP KESEJATAN IBU & ANAK
49 AGUS PRIYONO KETUA BIDANG PEMBERDAYAAN PEMB. DAERAH
50 DJOKO GUDHIYANTO KADEP PEMBERDAYAAN POTENSI DAERAH
51 Dra. R.A.J. NOVDRIA PARASARI KADEP PEMBANGUNAN DAERAH
52 FERYZAL ADHAM, SE, MM KETUABIDANG PARIWISATA
53 MOH. NIZAR KADEP PENDATAAN WISATAWAN
54 DIAN MILANI HAKIM KADEP PENGEMBANGAN WISATA
55 ARIZA PATRIA KETUA BIDANG PENANGGULANGAN BENCANA
56 GEORGE EDWIN SUGIHARTO KADEP PENANGGULANGAN BENCANA
57 EDDY J WIBOWO.,SH KETUA BIDANG PERTANAHAN
58 Ir. JULIZAR IDRIS.,MM KADEP SERTIFIKAT TANAH
59 U.T. MURPHY HUTAGALUNG.,MBA WAKIL KETUA UMUM EKONOMI, KEUANGAN INDUSRTI DAN PEMBANGUNAN
60 BUDI TJAHJONO PRAWIRO KETUA BIDANG PERBANKAN & MONETER
61 KUSFIARDI KETUA BIDANG EKONOMI
62 DIAS BASKARA DEWANTARA.,SE KADEP PERDAGANGAN PASAR
63 IR. SOEPRIYATNO KETUA BIDANG KETAHANAN PANGAN
64 HERI GUNAWAN KETUA BIDANG TANI
65 Ir. SUMINTA ISMAIL KETUA BIDANG NELAYAN
66 ABDUL HAKAM KETUA BIDANG KOPERASI
67 ZACHARIAS OMAWELE.,SH KETUA BIDANG USAHA MIKRO & MENENGAH
68 MAHENDRA DITO SAMPURNO.,SH KADEP USAHA MIKRO KECIL
69 CORNELIS SUHARYANTO KADEP USAHA MENENGAH
70 DIRGO D. PURBO KETUA BIDANG PERTAMBANGAN & ENERGI
71 Hj. Ir. DIAL ALWIYAH, MHD KADEP MIGAS
72 DRS. ABDUL KHOLIK / CHOLIK MUHAMMAD KADEP PERTAMBANGAN
73 Ir. BAMBANG IRAWAN KATUA ENERGI ALTERNATIF
74 LAKSDA TNI (PURN) FERDINAND MANENGKEI KETUA BIDANG KELAUTAN
75 HERY ARDIANTO.,SE KETUA BIDANG PENGEMBANGAN TANAMAN INDUSTRI
76 Dr. Drh. KAMALUDIN ZARKASIH KETUA BIDANG PETERNAKAN
77 IKHWAN AMIRUDIN KETUA BIDANG PERIKANAN
78 PRASETYO HADI S.Hut KETUA BIDANG KEHUTANAN
79 AAN RUDIANTO, SH KETUA BIDANG INDUSTRI
80 ARNES NASUTIONS KETUA BIDANG PERDAGANGAN
81 AMIR GAOS LATUCONSINA KETUA BIDANG PERUMAHAN RAKYAT
82 EVI SAFARI DASKIAN KETUA BIDANG JASA KEUANGAN
83 Dr. HASAN SAMAN AHABSYI.,SIP.,SH.,MBL KETUA BIDANG BUMN
84 HMS HADINAGORO KETUA BIDANG PERPAJAKAN & BEA CUKAI
85 WIDJONO HARDJANTO WAKIL KETUA UMUM ORGANISASI, KADERISASI, KEANGGOTAAN
86 IR. SUFMI DASKO, SH KETUA BIDANG ORGANISASI DAN KEANGGOTAAN
87 Ir. ROHMAT MARZUKI KADEP ORGANISASI
88 SUGIYANTO H. SEMANGUN KADEP KEANGGOTAAN
89 SUGIONO, MM, MBA KETUA BIDANG INFORMASI STRATEGIS
90 DESMON JUNAIDI MAHESA, SH, MH KETUA BIDANG KADERISASI
91 SRI HANDIARTI HARTONO KADEP PENDAPATAN KADER PARTAI
92 SABAM RAJAGUKGUK KADEP PENGEMBANGAN KADER PARTAI
93 PIUS LUSTRILANANG KETUA BIDANG LEMBAGA INTERNAL
94 IDIN ROSIDIN KETUA BIDANG LITBANG
95 M. SAID BAKHRI KADEP LITBANG ORGANISASI DAN PROSEDURE
96 ANDI SETO GADHISTA ASAPA., SH, LLM KADEP LITBANG KEBIJAKAN POLITIK
97 EDHY PRABOWO, MM, MBA KETUA BIDANG DIKLAT
98 TAUFIQURRAHMAN KADEP ANALISA & EVALUASI DIKLAT KADER
99 U. AZIS MUSLIM KADEP AKADEMI DIKLAT KADER
100 MARALDA HERNANDA KAIRUPAN KETUA BIDANG PEMBINAAN JARINGAN
101 TINO RAHARDIAN.,SE.,MM KADEP HUB LINTAS JARINGAN
102 M. ZASTROUW KETUA BID. PEMBINAAN MENTAL IDEOLOGI
103 HABIBUROKHMAN.,SH KETUA BIDANG ADVOKASI
104 IDRUS MONY.,SH KADEP ADVOKASI TKI
105 KUSMINTO BASUKI KADEP ADV. PEDAGANGAN PASAR TRADISIONAL
106 SENO BROTO KETUA BIDANG PENGGALANGAN MASY
107 AHMAD JOJON KADEP BIMBINGAN MASY
108 IBNU ARIEBOWO., SH KETUA BIDANG SDM
109 AHMAD MUZANI SEKRETARIS JENDERAL
110 ANWAR ENDE WAKIL SEKRETARIS JENDERAL
111 ABDUL HARRIS BOBIHOE WAKIL SEKRETARIS JENDERAL
112 KOL CHB (Purn) DALKIJO.,SH.,SE WAKIL SEKRETARIS JENDERAL
113 ARYO DJOJOHADIKUSUMO WAKIL SEKRETARIS JENDERAL
114 SALLY ROSALINA WAKIL SEKRETARIS JENDERAL
115 DRS. H. AHMAD SUBAGYA, MA WAKIL SEKRETARIS JENDERAL
116 KETUT BAGIADE, SH WAKIL SEKRETARIS JENDERAL
117 HERU JOHANSYAH WAKIL SEKRETARIS JENDERAL
118 IR. TASLIM AZIS WAKIL SEKRETARIS JENDERAL
119 IR. IDHAM CHALID WAKIL SEKRETARIS JENDERAL
120 HUSNA WAKIL SEKRETARIS JENDERAL
121 T.A. MULIATNA DJIWANDONO BENDAHARA UMUM
122 Ir. NUROJI BENDAHARA
123 RESIYA SAFRI BENDAHARA
124 MINTARSIH BENDAHARA
125 DWISASONGKO BENDAHARA
126 KOL. CAJ. (PURN) SUHARY Z.B. BENDAHARA
127 SATRIO DIMAS ADITYO BENDAHARA

Read More »
02.00 | 0 komentar

Profil Prabowo Subianto

Profil Prabowo Subianto
Pensiun dari dinas militer, Prabowo Subianto beralih menjadi pengusaha. Ia mengabdi pada dua dunia. Nama mantan Pangkostrad dan Danjen Kopassus ini kembali mencuat, menyusul keikutsertaannya dalam konvensi calon presiden Partai Golkar. Kemudian dalam Musyawarah Nasional (Munas) VI Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan Kongres V Petani 5 Desember 2004 di Jakarta, dia terpilih menjadi Ketua Umum HKTI periode 2004-2009 menggantikan Siswono Yudo Husodo dengan memperoleh 309 suara, mengalahkan Sekjen HKTI Agusdin Pulungan, yang hanya meraih 15 suara dan satu abstein dari total 325 suara.
Putera begawan ekonomi Sumitro Djojohadikusumo ini telah kembali ke ladang pengabdian negerinya. Tak berlebihan untuk mengatakannya demikian. Maklum, kendati sudah hampir tiga tahun pulang ke tanah air – setelah sempat menetap di Amman, Yordania – Prabowo praktis tak pernah muncul di depan publik. Apalagi, ikut nimbrung dalam hiruk-pikuk perpolitikan yang sarat dengan adu-kepentingan segelintir elite.
Mantan menantu Soeharto ini lebih memilih diam, sembari menekuni kesibukan baru sebagai pengusaha. ”Kalau bukan karena dorongan teman-teman dan panggilan nurani untuk ikut memulihkan negara dari kondisi keterpurukan, ingin rasanya saya tetap mengabdi di jalur bisnis. Saya ingin jadi petani,” ucap Prabowo.
Diakui, keikutsertaannya dalam konvensi Partai Golkar bukan dilatarbelakangi oleh hasrat, apalagi ambisi untuk berkuasa. Seperti sering diucapkan, bahkan sejak masih aktif dalam dinas militer, dirinya telah bersumpah hendak mengisi hidupnya untuk mengabdi kepada bangsa dan rakyat Indonesia.
Prabowo sangat mafhum, menjadi capres – apalagi kemudian terpilih sebagai presiden – bukan pilihan enak. Karena, siapa pun nanti yang dipilih rakyat untuk memimpin republik niscaya bakal menghadapi tugas yang maha berat. ”Karenanya, Pemilu 2004 merupakan momentum yang sangat strategis untuk memilih pemimpin bangsa yang tidak saja bertaqwa, tapi juga bermoral, punya leadership kuat dan visi yang jelas untuk memperbaiki bangsa,” tambahnya.
Bagi sebagian orang, rasanya aneh menyaksikan sosok Prabowo Subianto tanpa seragam militer. Tampil rapi dengan setelan PDH warna kelabu, lelaki 52 tahun itu memang terlihat lebih rileks jika dibandingkan semasa masih dinas aktif dulu. Senyumnya mengembang dan tak sungkan berbaur dengan masyarakat – utamanya kader-kader Partai Golkar – yang antusias menyambut kedatangannya di beberapa kota.
Dalam setiap orasi selama mengikuti tahapan konvensi calon presiden Partai Golkar, Prabowo bahkan amat fasih bertutur tentang kesulitan yang mengimpit para petani dan nelayan, serta beraneka problem riil di masyarakat yang kian mengenaskan. ”Situasi ini harus cepat diakhiri. Kita harus bangkit dari kondisi keterpurukan dan membangun kembali Indonesia yang sejahtera,” ujarnya di atas podium.
Nama : Prabowo Subianto
Lahir : Jakarta, 17 Oktober 1951
Agama : Islam
Pendidikan:
SMA: American School In London, U.K. (1969)
Akabri Darat Magelang (1970-1974)
Sekolah Staf Dan Komando TNI-AD
Kursus/Pelatihan:
Kursus Dasar Kecabangan Infanteri (1974)
Kursus Para Komando (1975)
Jump Master (1977)
Kursus Perwira Penyelidik (1977)
Free Fall (1981)
Counter Terorist Course Gsg-9 Germany (1981)
Special Forces Officer Course, Ft. Benning U.S.A. (1981)
Jabatan:
Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (1996-1998)
Panglima Komando Cadangan Strategi TNI Angkatan Darat (1998)
Komandan Sekolah Staf Dan Komando ABRI (1998)
Jabatan Sekarang:
Ketua Umum HKTI periode 2010-2015
Ketua Umum HKTI periode 2008-2013
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) periode 2007-2011
Komisaris Perusahaan Migas Karazanbasmunai di Kazakhstan
Komisaris Utama PT Tidar Kerinci Agung (Perusahaan Produksi Minyak Kelapa Sawit), Jakarta, Indonesia
Presiden Dan Ceo PT Nusantara Energy (Migas, Pertambangan, Pertanian, Kehutanan Dan Pulp) Jakarta, Indonesia
Presiden Dan Ceo PT Jaladri Nusantara (Perusahaan Perikanan) Jakarta, Indonesia
Publikasi Online
Website Pribadi : http://prabowosubianto.info
Twitter Pribadi : @prabowo08
Halaman Facebook : Facebook Prabowo Subianto

Read More »
01.57 | 2 komentar

Makna Lambang Partai Gerindra


  • Kotak persegi panjang bergaris hitam, dasar warna putih, yang melambangkan kesucian dan keikhlasan. Di tengah terdapat lima persegi bergaris hitam dengan dasar merah. 
  • Di tengahnya terdapat gambar kepala Burung Garuda dengan warna kuning keemasan, melambangkan kemakmuran.
  • Menghadap ke kanan, melambangkan keberanian dalam bersikap dan bertindak. 
  • Kepala Burung Garuda pada lehernya terdapat sisik yang berjumlah 17, terdapat jengger dan jambul berjumlah 8, bulu telinga yang berjumlah 4, bingkai gambar kepala Burung Garuda persegi 5, yang menyimbulkan tanggal kemerdekaan Indonesia, 17-8-45.
  • Di atasnya bertuliskan PARTAI berwarna hitam, di bawahnya bertuliskan GERINDRA berwarna merah dengan tepi tulisan berwarna hitam, di bawahnya lagi tulisan GERAKAN INDONESIA RAYA berwarna hitam. 

Read More »
01.54 | 0 komentar

Deklarasi Partai Gerakan Indonesia Raya

DEKLARASI PARTAI GERAKAN INDONESIA RAYA
GERINDRA
Bismillahirrahmanirrahim
Terwujudnya tatanan masyarakat Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu, demokratis, adil dan makmur serta beradab dan berketuhanan  yang berlandaskan Pancasila, sebagaimana termaktub di dalam Pembukaan UUD 1945, merupakan cita-cita bersama dari seluruh rakyat Indonesia. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, hanya dapat dicapai dengan mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa, dengan landasan Pancasila.
Budaya bangsa dan wawasan kebangsaan harus menjadi modal utama untuk mengeratkan persatuan dan kesatuan. Sehingga perbedaan di antara kita justru menjadi rahmat dan menjadi kekuatan bangsa Indonesia.
Namun demikian, mayoritas rakyat masih berkubang dalam penderitaan, sistem politik kita tak kunjung mampu merumuskan dan melaksanakan perekonomian Nasional untuk mengangkat harkat dan martabat mayoritas rakyat Indonesia dari kemelaratan.
Bahkan dalam upaya membangun bangsa, dalam perjalanannya kita telah terjebak sistem ekonomi pasar. Sistem ekonomi pasar telah memporak-porandakan perekonomian bangsa, yang menyebabkan situasi yang sulit bagi kehidupan rakyat dan bangsa. Hal itu berakibat menggelembungnya jumlah rakyat yang miskin dan menganggur. Pada situasi demikian, tidak ada pilihan lain bagi bangsa ini kecuali harus menciptakan suasana kemandirian bangsa dengan membangun sistem ekonomi kerakyatan.
Terpanggil untuk memberikan amal baktinya kepada negara dan rakyat Indonesia, atas Rahmat Allah Yang Maha Esa, kami yang bertanda tangan di bawah ini MENDEKLARASIKAN BERDIRINYA PARTAI GERAKAN INDONESIA RAYA (GERINDRA).
Partai Gerakan Indonesia Raya adalah partai rakyat yang mendambakan  Indonesia yang bangun jiwanya, dan bangun badannya. Partai Gerakan Indonesia Raya adalah partai rakyat yang bertekad memperjuangkan kemakmuran dan keadilan di segala bidang.
Jakarta, Pebruari 2008

Read More »
01.50 | 0 komentar

Sejarah Partai Gerindra

Sejarah Partai Gerindra
Bermula dari Keprihatinan, Partai Gerindra lahir untuk mengangkat rakyat dari jerat kemelaratan, akibat permainan orang-orang yang tidak peduli pada kesejahteraan.
Dalam sebuah perjalanan menuju Bandara Soekarno-Hatta, terjadi obrolan antara intelektual muda Fadli Zon dan pengusaha Hashim Djojohadikusumo. Ketika itu, November 2007, keduanya membahas politik terkini, yang jauh dari nilai-nilai demokrasi sesungguhnya. Demokrasi sudah dibajak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan memiliki kapital besar. Akibatnya, rakyat hanya jadi alat. Bahkan, siapapun yang tidak memiliki kekuasaan ekonomi dan politik akan dengan mudah jadi korban. Kebetulan, salah satu korban itu adalah Hashim sendiri. Dia diperkarakan ke pengadilan dengan tudingan mencuri benda-benda purbakala dari Museum radya Pustaka, Solo, Jawa tengah. “Padahal Pak Hashim ingin melestarikan benda-benda cagar budaya,“ kata Fadli mengenang peristiwa itu. Bila keadaan ini dibiarkan, negara hanya akan diperintah oleh para mafia. Fadli Zon lalu mengutip kata-kata politisi inggris abad kedelapan belas, Edmund Burke: “The only thing necessary for the triumph [of evil] is for good men to do nothing.” Dalam terjemahan bebasnya, “kalau orang baik-baik tidak berbuat apa-apa, maka para penjahat yang akan bertindak.“ terinspirasi oleh kata-kata tersebut, Hashim pun setuju bila ada sebuah partai baru yang memberikan haluan baru dan harapan baru. Tujuannya tidak lain, agar negara ini bisa diperintah oleh manusia yang memerhatikan kesejahteraan rakyat, bukan untuk kepentingan golongannya saja. Sementara kondisi yang sedang berjalan, justru memaksakan demokrasi di tengah himpitan kemiskinan, yang hanya berujung pada kekacauan.
Gagasan pendirian partai pun kemudian diwacanakan di lingkaran orang-orang Hashim dan Prabowo. Rupanya, tidak semua setuju. Ada pula yang menolak, dengan alasan bila ingin ikut terlibat dalam proses politik sebaiknya ikut saja pada partai politik yang ada. Kebetulan, Prabowo adalah anggota Dewan Penasihat Partai Golkar, sehingga bisa mencalonkan diri maju menjadi ketua umum. Namun, ketika itu Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla adalah wakil presiden mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Mana mau Jusuf Kalla memberikan jabatan Ketua Umum Golkar kepada Prabowo?” kata Fadli.
Setelah perdebatan cukup panjang dan alot, akhirnya disepakati perlu ada partai baru yang benar-benar memiliki manifesto perjuangan demi kesejahteraan rakyat. Untuk mematangkan konsep partai, pada Desember 2007, di sebuah rumah, yang menjadi markas IPS (Institute for Policy Studies) di Bendungan Hilir, berkumpulah sejumlah nama. Selain Fadli Zon, hadir pula Ahmad Muzani, M. Asrian Mirza, Amran Nasution, Halida Hatta, Tanya Alwi dan Haris Bobihoe. Mereka membicarakan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai yang akan dibentuk. “Pembahasan dilakukan siang dan malam,” kenang Fadli. Karena padatnya jadwal pembuatan AD/ART , akhirnya fisik Fadli ambruk juga. Lelaki yang menjabat sebagai Direktur Eksekutif di IPS ini harus dirawat di rumah sakit selama dua minggu.
Fadli tidak tahu lagi bagaimana kelanjutan partai baru ini. Bahkan dia merasa pesimistis bahwa gagasan pembentukan partai baru itu akan terus berlanjut. Namun diluar dugaan, ketika Hashim datang menjenguk di rumah sakit, Hashim tetap antusias pada gagasan awal untuk mendirikan partai politik. Akhirnya, pembentukan partai pun terus dilakukan secara maraton. Hingga akhirnya, nama Gerindra muncul, diciptakan oleh Hashim sendiri. Sedangkan lambang kepala burung garuda digagas oleh Prabowo Subianto.
Pembentukan Partai Gerindra terbilang mendesak. Sebab dideklarasikan berdekatan dengan waktu pendaftaran dan masa kampanye pemilihan umum, yakni pada 6 Februari 2008. Dalam deklarasi itu, termaktub visi, misi dan manifesto perjuangan partai, yakni terwujudnya tatanan masyarakat indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu, demokratis, adil dan makmur serta beradab dan berketuhanan yang berlandaskan Pancasila sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD NRI tahun 1945.
Budaya bangsa dan wawasan kebangsaan harus menjadi modal utama untuk mengeratkan persatuan dan kesatuan. Sehingga perbedaan di antara kita justru menjadi rahmat dan menjadi kekuatan bangsa indonesia. Namun demikian mayoritas rakyat masih berkubang dalam penderitaan, sistem politik kita tidak mampu merumuskan dan melaksanakan perekonomian nasional untuk mengangkat harkat dan martabat mayoritas bangsa indonesia dari kemelaratan. Bahkan dalam upaya membangun bangsa, kita terjebak dalam sistem ekonomi pasar. Sistem ekonomi pasar telah memporak-porandakan perekonomian bangsa, yang menyebabkan situasi yang sulit bagi kehidupan rakyat dan bangsa. Hal itu berakibat menggelembungnya jumlah rakyat yang miskin dan menganggur. Pada situasi demikian, tidak ada pilihan lain bagi bangsa indonesia ini kecuali harus menciptakan suasana kemandirian bangsa dengan membangun sistem ekonomi kerakyatan.
Nah, Partai Gerindra terpanggil untuk memberikan pengabdiannya bagi bangsa dan negara dan bertekad memperjuangkan kemakmuran dan keadilan di segala bidang.

Kisah Gerindra dan Kepala Garuda
Memberi nama partai politik gampang-gampang susah. Karena nama partai berkaitan dengan persepsi yang akan diingat oleh masyarakat selaku konstituen. Sebelum nama Gerindra muncul, para pendiri partai ini seperti Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, Fadli Zon dan Muchdi Pr juga harus memikirkan nama yang tepat. Ketika itu di Bangkok, Thailand, mereka berkumpul untuk acara Sea Games Desember 2007, demi mendukung tim indonesia, terutama polo dan pencak silat yang berhasil lolos untuk dipertandingkan di sana.
Kebetulan Prabowo adalah ketua IPSI (Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia). Namun ajang kumpul-kumpul tersebut kemudian dimanfaatkan untuk membahas nama dan lambang partai. Nama partai harus memperlihatkan karakter dan ideologi yang nasio-nalis dan kerakyatan sebagaimana manifesto Gerindra. tersebutlah nama “Partai Indonesia Raya”. Nama yang sebenarnya tepat, namun sayang pernah digunakan di masa lalu, yakni PIR (Partai Indonesia Raya) dan Parindra. “Kalau begitu pakai kata GERAKAN, jadi Gerakan Indonesia Raya,” ucap Hashim penuh semangat. Peserta rapat pun kemudian menyetujuinya. Selain gampang diucapkan, juga mudah diingat: Gerindra, begitu bila disingkat. Nah, setelah persoalan nama selesai, tinggal soal lambang. Lambang apa yang layak digunakan?
Muncul ide untuk menggunakan burung garuda. Namun, ini lambang yang sudah banyak digunakan partai lain. apalagi simbol Pancasila yang tergantung di dada garuda, mulai dari bintang, padi kapas, rantai, sampai kepala banteng dan pohon beringin, sudah digunakan oleh partai yang ada sekarang. Untuk menemukan lambang yang tepat, Fadli Zon mengadakan survei kecil-kecilan.
Hasilnya, sebagian masyarakat justru menyukai bila Gerindra menggunakan lambang harimau. Harimau adalah binatang yang sangat perkasa dan menggetarkan lawan bila mengaum. Namun, Prabowo memiliki ide lain, yakni kepala burung garuda, ya hanya kepalanya saja. Gagasan itu disampaikan oleh Prabowo sendiri, yang juga disetujui oleh pendiri partai yang lain.
Maka jadilah Partai Gerindra yang kita kenal sekarang. Perpaduan antara nama dan lambang yang tepat, sebab keduanya menggambarkan semangat kemandirian, keberanian dan kemakmuran rakyat. Kepala burung garuda yang menghadap ke kanan, melambangkan keberanian dalam bersikap dan bertindak. Sisik di leher berjumlah 17, jengger dan jambul 8 buah, bulu telinga 4 buah, dan bingkai gambar segi lima yang seluruhnya mengandung arti hari kemerdekaan, 17-8-1945. Dalam perjalanannya kemudian, terbukti, Gerindra mendapatkan tempat di hati masyarakat, meski berusia muda. Ketika iklan kampanye gencar dilakukan, burung garuda dan suaranya ikut memberi latar belakang sehingga para penonton merasa tergugah dengan iklan tersebut.

Read More »
01.48 | 0 komentar

Berita

See All this category »
 
: Supported
Copyright © 2012. DPC Partai Gerindra Bone - All Rights Reserved
Welcome Links Work
Proudly powered by Blogger